Sudah cukup banyak bukti yang menunjukan tokoh
penyandang disabilitas sebagai pioneer
penting peradaban. Mungkin kita umumnya tidak pernah tahu atau lupa, jika dunia
ini menjadi terang benderang oleh sorotan lampu listrik hasil ciptaan Thomas Alfa Edison. Padahal Thomas tidak
lain adalah seorang Tunarungu. Kita begitu takjub dengan harmoni music klasik Ludwig van Beethoven, seorang composer
legendaris dunia, juga adalah seorang tunarungu.
Stephen
Hawkins yang dinobatkan sebagai manusia tercerdas dalam ilmu geofisika abad
ini, sesungguhnya juga dalah seorang paraplegia yang tidak terhalang mengungkap
sejarah fenomena alam semesta walau hanya duduk di atas kursi roda.Albert Einstein yang disebut maestro
fisika modern semula adalah seorang Tunagrahita. Karena kegigihan orangtuanya
dalam memberikan supervise dan fasilitas Einstein perlahan-lahan bangkit hingga
akhirnya tampil sebagai ilmuwan terpenting dunia modern melampaui prestasi
Isaac Newton. Bahkan Hellen Keller
yang lahir dalam keadaan bisu tuli dan buta tumbuh mejadi anak yang cerdas juga
berkat dukungan penuh orangtuanya.
Masyarakat Inggris sebagai salah satu bangsa
termaju di dunia sangat bangga dan tidak malu mempunyai Davied Blunkett sebagai Menteri Pendidikan dan Tenaga Kerja bahkan
sempat menjadi Mendagri dalam pemerintahan Tony Blayer, meski Blunkitt adalah
seorang penyandang tunanetra. Amerika Serikat sebagai bangsa yang paling maju
di dunia ini, sangat bangga dan mengelu-elukan kehebatan Franklin Delano Roosevelt atas prestasinya yang begitu spektakuler
menjadi pemimpin sekutu Barat yang sukses menaklukan NAZI Jerman dan Jepang
meski ia mengendalikan para panglima militernya di medan tempur di atas kursi
roda akibat lumpuh yang dialami jauh sebelum menjadi Presiden. Demikianlah
sebagian terkecil dari tokoh dunia yang tak terhalang membawa pencerahan
sekalipun secara fisik mereka adalah penyandang disabilitas.
Naskah Akademik
(Rancangan Undang-Undang
tentang Penyandang Disabilitas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar